Assalamu'alaikum wr.wb.

Jumat, 12 November 2010

Manusia dan penderitaannya

Sebagai makhluk sosial, manusia diciptakan untuk saling berinteraksi dengan orang lain ataupun dengan alam. Kehidupan manusia saat ini sangatlah berbeda dengan kehidupan dahulu. Nilai - nilai luhur dari diri manusia sudah mulai berkurang. Sifat manusia yang egois dapat berdampak buruk terhadap perkembangan kehidupan manusia saat ini. Saya ambil contoh pada pemanasan global, suhu bumi saat ini tidak stabil bisa semakin panas disiang hari yang mencapai suhu lebih dari36*C dan malam hari melebihi dari 30*C, penyebab dari pemanasan global adalah akibat kerusakan hutan yang terjadi karena ulah manusia.
 
Kondisi hutan saat ini cukup kritis, artinya lebih banyak pohon yang tumbang di hutan tak sebanding dengan pohon yang tumbuh secara alami ataupun yang secara ditanam (Reoboisasi). Terjadinya Pohon yang tumbang itu bisa legal atau Illegal (illegal logging) Jelas mengakibatkan kerusakan hutan dan mempercepat terjadinya pemanasan global. Pembalakan hutan yang marak terjadi saat - saat ini adalah karena sifat manusia yang egois dan serakah. Mereka hanya mementingkan kepentingan sendiri dan beberapa orang disekitarnya tanpa memperhatikan kepentingan orang banyak. Hutan itu merupakan paru-parunya dunia, jadi kalau paru – paru itu sudah kropos otomatis akan terjadilah  penyakit atau musibah.

Bencana alam sewaktu-waktu dapat terjadi apabila kondisi hutan tidak lestari .Kalau di telusuri kondisi hutan saat ini pasti dapat menemukan jawabannya. Sudah bukan rahasia lagi kalau luas hutan semakin hari semakin menyempit, begitu juga lahan hutan mangrove di tepian pantai pada umumnya disulap menjadi lahan tambak, dan mangrove punah disulat menjadi sawit, ini jelas ulah tangan manusia dan akan berakibat fatal buat manusia. Itu semua dapat menyebabkan bencana alam yang bisa datang secara tiba - tiba, mulai dari tanah longsor, banjir bandang, sampai pada pemanasan suhu bumi. Dan itu semua dapat dikatakan sebagai penderitaan manusia yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Perlu kita mengingat pada firman Allah dalam surat Jatsiyah ayat 13 yang artinya berbunyi “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi, semuanya berasal dariNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. Dengan demikian, manusia sebagai khalifah Allah ( Tuhan ) memiliki kemampuan dan kesempatan untuk memanfaatkan alam semesta bagi kehidupannya, baik di bumi dan dilangit. Selain memanfaatkan alam semesta manusia juga diberi tanggung jawab untuk menjaga agar alam semesta ini tidak mengalami kerusakan. Dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari perilaku mereka itu supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Ayat ini menunjukkan bahwa kerusakan alam lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak buruk kepada diri manusia sendiri . Sebagai contoh, perilaku manusia yang merusak hutan berakibat pada bencana banjir bandang, tanah longsor yang akhirnya dapat merenggut nyawa dan meleyapkan harta benda manusia. Nah ketika bencana alam datang, manusia seharusnya menyadari kesalahannya dalam mengeksploitasi alam semena-mena. Dua firman  Allah SWT  diatas sangat perlu untuk diketahui dan sebagai renungan buat kita saat ini. 

Para ilmuwan lingkungan hidup menyatakan bahwa aturan utama dalam memanfaatkan alam adalah memperhatikan standar dan kapasitas yang ada. Ekploitasi alam secara berlebihan dan tanpa aturan hanya akan menyebabkan krisis lingkungan. Pendapat ilmuwan lingkungan hidup jelas ada benarnya dan sejalan dengan apa yang ada dalam Al-Qur’an di surat Al Hijr ayat 19 yang berbunyi “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatau menurut ukuran”. Jadi pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan. Sebagai kesimpulan kita manusia haruslah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan hidup. Ingat, manusia tidak boleh melakukan kerusakan di alam karena yang akan menerima dampak negatifnya adalah manusia sendiri. Jadi, ubahlah perilaku kita terhadap alam agar ke depan alam ini dapat bersahabat lagi dengan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar